Tutur Pak Tani

 

KAMPANYE Penulisan budidaya pertanian!!

Sedikit sekali yang menulis tentang budaya agraris dalam format sastra. hari ini saya mendapatkan semangat untuk mengumpulkan dan menulis beberapa karya cerpen yang berbicara tentang dunia pertanian.

Ada teman yang sudah memulai penulisan cerita tentang pertanian dengan judul : Mencintai Tanaman. Hmm, menarik juga ketika saya membaca sekilas tentang karyanya. Agak ilmiah memang, karena isinya menceritakan bagaimana cara manenam pohon. Persis mata kuliah jurusan agronomi. Heheheh. But, Saya salut juga dengan kepedulian dia terhadap wacana dan cerpen anak-anak yang kebanyakan tiak mendidik yang sebanarnya konsumsi orang tua, Tapi mereka terpaksa membacanya karena jarang ada cerpen menarik yang berbicara tantang dunia anak2. Saya juga menambahkan keprihatian terhadap sinetron indoensia yang makin tak bermutu dan tak lokalis. Tentu saja yang semua sudah tau sinetron Indoensia banyak yang ‘tidak masuk akal.

Hmm, tepai menarik juga ketika saya membaca sebuah harian The Epoch Times, yang muat sebuah cerpen/dongeng yang berbicara tantang petani dan tanamannya, buah apel. petani tersebut membeli biji apel dari seorang kakek karena iba, lalu ia tanam dan rawat sehingga tumbuh besar dan berbuah lebat. Ketika ingin di panan buah apel tersebut di makan kelelwar, burung dsb. sedihlah pak tani itu. Berselang lama kemudian, lahannya telah di penuhi oleh pohon apel dimana-mana, jumlahnya lebih dari 5 pohon (dulu ia mendapatkan lima biji dari kakek tua), sekarang lahanya tumbuh apel yang berbuah besar dan lebat, lebih lebat dari buah pertama kali. Sebab apa, ternanyata burung, kelewar, dan binatang lain yang memakan apel tersebut telah menyebarkan biji-biji apel, hingga jadilah pohon-pohon apel di mana-mana.

Saya jadi teringat nasib buah jambu biji di daerah selarong bantul yogyakarta. Di goa selarong itu dulunya banayak ditumbuhi oleh pohon jambu biji, tetapi saat ini hampir tidak ada (terancam punah), pasalnay dulu banyak kelelwar di sana tetapi akibat pembangunan kawasan wisata yang kurang emperhitungkan aspek ekologi, kelewar itu punah (hilang–mungkin pindah) dan tamatlah riwayat pohon jambu biji selarong yang terkenal itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: